Minggu, 11 September 2011

Konsern dan Kegiatan PPWI


Oleh : Sekretariat PPWI

Perhatian dan program jangka pendek dan menengah PPWI antara lain sebagai berikut:

1. Mendorong dan mendukung aktivitas menulis setiap anggotanya dan masyarakat umum;

2. Mengadvokasi dan memberikan perlindungan bagi setiap anggota PPWI dan masyarakat umum dalam setiap kegiatan jurnalisme warga yang dilaksanakannya;

3. Mengadakan pendidikan dan latihan jurnalisme warga bagi anggotanya dan masyarakat umum, baik warta tulis, warta foto, maupun warta video;

4. Mengadakan kegiatan temu pewarta warga baik skala lokal, regional, nasional, maupun internasional;

5. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penanggulangan bencana, perlindungan lingkungan, hutan dan satwa, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lain-lain;

6. Menyediakan wadah berbagi informasi dan berita di antara sesama warga masyarakat berbentuk portal berita nasional dengan situs berita resmi di www.pewarta-indonesia.com;

7. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan elemen di masyarakat, baik formal maupun informal, baik kelembagaan maupun personal;

8. Menerbitkan kartu anggota yang sekaligus berfungsi sebagai Citizen Reporter ID Card.


Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain:

1. Penanaman pohon (Penghijauan) bersama warga Jl. Jaksa, Jakarta Pusat;

2. Seminar Mengembangkan Potensi Menulis di Universitas Maranatha Bandung;

3. Temu Pewarta Warga Bandung dan sekitarnya di Universitas Negeri Sunan Gunung Jati, Bandung;

4. Seminar Jurnalistik Warga di Universitas Jayabaya Jakarta;

5. Pendidikan dan Latihan Citizen Reporter di Gedung Dewan Pers, Jakarta;

6. Seminar Jurnalistik di Univeristas Negeri Yogyakarta, di Yogyakarta;

7. Pendidikan dan Latihan Citizen Reporter bagi Anggota Perwira dan Bintara TNI Angkatan Darat, 13-14 Agustus 2008 di Jakarta;

8. Seminar Sehari “Becoming Extraordinary” kerjasama dengan The Youngs Spirit, 20 September 2008, di Gedung Dewan Pers, Jakarta;

9. Sosialisasi UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan UU ITE (Informasi Teknologi dan Elektronika) kerjasama dengan Departemen Kominfo RI;

10. Penerbitan hampir 500 ID Card Citizen Reporter bagi anggota PPWI, termasuk bagi lebih 200 Pewarta Warga dari kalangan TNI.

Jakarta, 31 Desember 2008

Sumber: http://www.pewarta-indonesia.com/ppwi/program-kerja/10-konsern-dan-kegiatan-ppwi.html

Sabtu, 10 September 2011

Antara KPK dan Nazaruddin


Jakarta, dpd.go.id – MENGURAI benang kasus korupsi di negeri ini seperti tak pernah usai. Selalu muncul kasus di atas kasus lain yang belum selesai ditangani. Terakhir, Indonesia diguncang dengan kemunculan Nazaruddin sebagai aktor baru yang belum lama ini dipulangkan ke Indonesia setelah kabur ke beberapa Negara. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menangani kasus ini menuai banyak dukungan di samping juga kritik dari berbagai pihak. Salah satu dukungan tersebut datang dari DPD RI. “Kami mendukung KPK dengan cara memberi masukan ke KPK agar segera memanggil para saksi, tidak perlu ragu-ragu,” ucap I Wayan Sudirta, Anggota DPD RI Provinsi Bali, dalam acara Dialog Kenegaraan bertajuk “Kasus Nazaruddin: Ujian Terakhir Pemberantasan Korupsi” yang digelar di Coffee Corner DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (24/08/2011).

Salah satu kritik untuk KPK dalam kasus ini adalah bahwa KPK dinilai lambat mengambil tindakan. “Seharusnya dulu KPK langsung memeriksa Nazaruddin”, jelas N.Yenti Garnasih. Menurut Yenti Undang-Undang tentang pemberantasan tindak korupsi belum bisa menangani kasus ini. Undang-Undang tentang pencucian uang lah yang dirasa tepat untuk mengungkap kasus mantan bendahara umum Partai Demokrat ini. “Dengan UU ini bisa ditelusuri kemana saja aliran dana korupsi ini digunakan”, tambah Pengamat Hukum Trisakti ini.

Pendapat serupa juga dituturkan oleh Febfri Diansyah dari ICW. “UU tentang pencucian uang memang pas dipakai untuk mengisi kekurangan dari UU pemberantasan tindak pidana korupsi”, ungkapnya. Menurut Febri lambatnya penanganan kasus korupsi ini disebabkan juga karena keterangan Nazaruddin yang tidak konsisten dan adanya isu-isu serta skenario yang sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian terhadap kasusnya.

Memandang kasus Nazaruddin ini, Boni Hargenz menganggap Nazaruddin sebagai puncak gunung di dasar laut yang dengannya kasus-kasus korupsi yang lain bisa terungkap. Lebih lanjut, pengamat politik UI ini menambahkan, “Nazaruddin perlu dilindungi secara fisik dan psikis karena dia adalah saksi kunci.” (dm/af)

Sumber : http://dpd.go.id/2011/08/antara-kpk-dan-nazaruddin/

Suasana di kampungku.

Jumat, 09 September 2011

Tradisi Rutin Dihari Raya Idul Fitri


Tradisi Menangkap Ikan Larangan (1/9), di Kampung Pasir Laweh, Nagari Pasir lawas, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera barat. Tradisi ini selalu diadakan tiap hari raya kedua Idul Fitri, Kegiatan ini diikuti seluruh warga yang ada dikampung dan yang datang dari perantauan.